Hello Guys,

Melanjutkan tulisan gw sebelumnya Off To Triangle of Banyuwangi, Maraton! Part 1. Gw mau share perjalanan lanjutan gw.

6. Perjalanan Taman Nasional Merubetiri (Stone Bay ,Green Bay , Pantai Sukamade)
Kami melewati Kebun Sumber Jambe milik PTPN dan melewati pasar Desa Sarongan. Akhirnya kami masuk ke Tn. Merubetiri. Taman Nasional yang menyunguhkan pantai dan hutan sebagai kawasan wisata. Pantainya pun banyak yang masih perawan tanpa dibangun resort atau apapun disekitarnya. Sebelum foto2 dipantai kita pake lipstik dulu ya.😀 hehehe.

Welcome Tn.Merubetiri

Kita masih harus melakukan perjalanan lagi, sekitar setengah jam dari Pintu masuk. Kita sampai ke Stone Bay. Tempat ini unik banget, masa ada batu kali di pinggiran pantai. Aneh kan? Untuk menuju tempat ini kita terlebih dahulu tracking selama 45menit. Sampai di stone bay terus kita daki lembah lagi kemudian kita sampai di Green Bay.

stonebay

Kenapa dinamakan Green Bay pas diliat dari jauh teluk ini terlihat warna hijau. Tapi pas udah deket ga ada tuh warna hijau. Seperti hamparan pasir dengan air laut biasa.

teluk hijau, stone bay

Selanjutnya kita menuju Sukamade. Sukamade ini tempat reklamasi penyu, kita menyewa kamar disini untuk bermalam. (Fiuh akhirnya nemu kasur)

Resort Sukamade

Di resort ini Listrik hidup pada malam hari saja. Tidak ada sinyal bukan hambatan kita untuk tidak ada kegiatan. Malam tiba kita semua menunggu penyu yang akan bertelur di Pantai SukaMAde ini. Karena gelap dan cahaya tidak diperbolehkan untuk dihidupkan terkait penyu yang akan bertelur. Penyu pun punya privasi gtu lho!

Pagi telah tiba saatnya kita melepas anak penyu ke Laut. Ada bekas jejak2 penyu yang akan bertelur ini jejak 2 ekor penyu.

pelepasan penyu

Saatnya pulang kita berfoto dulu didepan penginapan

7. Road Off Disekitaran Sukamade, Go Off Alas Purwo
Pengalaman yang paling seru itu saat meninggalkan Sukamade. Kita harus Road Off disungai kecil dengan efek air yang sering kita lihat di iklan2 rokok dan minuman berenergi lho.

Road Off

 

8. Perjalanan Taman Nasional Alas Purwo (Pantai Trianggulasi, Pancur Camp, dan G-Land/Pantai Plengkung)
Konon katanya tempat ini merupakan hutan tertua di Pulau Jawa. Banyak orang-orang datang ke Hutan ini untuk sekedar bersemedi dan mendalami ilmu kebatinan.  Memang horor sih suasana “Selamat Datang” Disini. Jalanan Lurus kiri-kanan hutan.

Welcome Alas Purwo

biaya masuk alas Purwo

Setelah itu kami menuju pantai Trianggulasi, Pantainya sepi banget, banyak monyet disekitaran pantai ini. Secara tidak langsung kita harus waspada karena monyet-monyet disini usil2. Yang ada asesoris/kamera/handphone kita dibawa kabur.

Pantai Trianggulasi, Tn.Alas Purwo,Banyuwangi

Perjalanan dilanjutkan ke Camp.Pancur disini tempatnya camping untuk tinggal di alas Purwo. Kamar Mandinya bersih juga.

welcome Pancur

Ini spot yang paling gw tunggu namanya G-Land atau Pelengkung Beach atau Pantai Pelengkung. Terkenal dengan surganya para peselancar. Termasuk 10 Ombak paling besar didunia lho. Untuk kesini sekita 30menit menaiiki mobil trooper. Tapi beneran surga deh setelah sampai disini. Pemandangan yang disuguhkan seperti diluar negeri lagi musim gugur. Ga usah jauh2 keluar negeri untuk dapetin feel musim gugur. Haha.

musim Gugur menuju Pantai Pelengkung

Gw pun sempet bikin parodi unik , karena suasana yang pas ini.

parodi sex & the city

Welcome To G-Land

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau kita jalan2 ke Pantai di Pesisir Selatan Jawa. Gw type orang yang suka bawa pasir kepantai manapun gw pergi. Tapi temen2 gw memperingatkan gw untuk tidak mengambil apapun. Satu butirpun. Konon pernah ada yang diikutin terus digangguin sampai si pengambil itu mengembalikan lagi ketempatnya semula. Di semua sudut pantai yang gw kunjungi pasti tertulis kayak gambar dibawah ini.

Perhatikan!

9. Good Bye Banyuwangi
Sedih memang meninggalkan kota yg penuh petualangan ini. Akan tetapi masih ada rutinitas yang menunggu kita.  Selamat Tinggal Banyuwangi.

Beli Oleh2 dan Tempat penginapan di banyuwangi

KA Ekonomi Sri Tanjung

Tiket Kereta Api 50rb – Banyuwangi–Surabaya

10. Kulinari Part 2 di Surabaya part 2 & Good Bye Surabaya
Nah ini part terakhirnya. dalam perjalanan gw, gw mencoba nasi Jancuk yang katanya pedes banget sampe bilang Janjuk. Nasi ini memang pedas , tapi dominan rasa mericanya. Dengan harga sekitar 150rb kita disuguhkan nasi goreng sebakul + satu teko teh es untuk 8 orang dengan catatan tidak boleh membawa minuman dari luar.

salah satu sudut Surabaya

Nasi Goreng Jancuk

Setelah makan nasi JAncuk gw dianter junior gw dari yayasan penerima beasiswa untuk naik taksi ke Bandara. Thanks Ekki.

Bandara Djuanda

Demikian cerita perjalanan gw. KEmbali tenggelam dalam Rutinitas dan hiruk pikuk Kota.

Tapi pengalaman yang menantang, memanjakan mata, jauh dari hiruk pikuk, dan pengalaman baru harus dilakukan selagi muda. Selagi muda kita dapat mencoba apapun yang kita mau. Masih banyak energi yang kita miliki untuk melakukan berbagai hal.

Oia gw terima kasih banget sama Pak Selamet dan Mobil tangguhnya yang sudah anterin kita di sudut kota Banyuwangi. Recomended lho pake supirnya Pak Selamet, Feel Free buat nanya2 mention gw di twitter untuk ke Banyuwangi atau bisa contact Admin nya Amazing Jawa Timur.  Terimakasih buat Wiwid yang jadi sponsorship–EO perjalanan, terima kasih buat Ubet yang seret gw naik Kawah Ijen, Terima kasih untuk Yuni yang udah menuhin kamera gw dengan foto2nya, Terima kasih MAs Setya dengan cerita Galaunya, Terima kasih Sedot dan Sukro dengan kisah lucunya.

Pak Selamet

Mobil Tangguh

yuni-wiwid-uta- mas setya (yang dibelakang)

sukro-ubet-sedot