Sekitar tanggal 7-Juni saya melakukan perjalanan dari Padang Panjang menuju Padang, Sumatera Barat dengan menggunakan travel. Travel yang saya naiki merupakan mobil pribadi yang keebetulan sedang menuju Padang. Ini mungkin perjalanan biasa tapi saat penumpang hanya tinggal saya dan seorang ibu dengan anak kecil tuna netra sekitar 9 tahun cerita terharu ini pun dimulai. Awalnya gw terenyuh lihat anak tuna netra ini.

Saat itu saya sedang malas untuk naik turun bus. Niat awalnya mau sewa mobil yang saya naiki itu menuju Universitas Andalas. Kebetulan ada acara dari yayasan yang saya ikuti.  si Ibu ini mau turun di sekitar mall Basko dan akan menuju daerah Pengambiran (pinggiran kota Padang). Jarak Basko menuju penggambiran cukup jauh. Saya tawarilah ibu dan anak ini untuk ikut mobil yg gw sewa ini.

Daripada perjalanan sunyi senyap saya pun bertanya-tanya tentang ibu ini. Si ibu bercerita beliau merupakan guru di sebuah SD Luar Biasa di Kota Padang Panjang. Anak yang dibawa beliau merupakan salah satu murid disana. Karena Asrama kosong dan orang tua si anak tidak mampu jemput (karena memerlukan ongkos transportasi). Jadilah si anak ini ikut dengan beliau ke Padang. Beliau kepadang juga karena ingin bertemu keluarganya. Setiap minggu beliau pulang bertemu Suami tercinta.

Sekilas cerita perjalanan hidup beliau. Setelah lulus kuliah beliau direkrut oleh Kemendikbud untuk mengabdikan dirinya di bidang pendidikan. Beliau dari Jogja dan ditempatkan di Kota Padang Panjang, bukan hal mudah untuk bisa beradaptasi orang Jawa tulen untuk tinggal disini. Apalagi beliau di tantang untuk mengumpulkan anak2 disabilitas yang ada disekitar Padang Panjang. Masuk2 gunung dan berusaha menjalankan misinya. Membawa ke asrama dan diberikan pendidikan.

SD Luar Biasa ini ada asramanya juga. Selain sebagai guru beliau juga berperan sebagai orang tua mereka. Di asrama ini hanya ada 2 orang yang mengurusi masalah ini. Sebagai koki masak dan beliau.Disini saya belajar ilmu ikhlas,bagaimana beliau tetap ikhlas dan berusaha untuk mendidik anak2 tersebut.

Anak2  disabilitas tersebut berbakat dan dalam masa pertumbuhan. Saya berharap indonesia berkibar bisa membantu dalam bentuk apapun.

Nama beliau Siti Rohmi

 

Perpisahanpun dilakukan dengan nganterin gw ke Unand. Dan perpisahan pun dilakan dengan tukar nomor telepon. Oke bu, semoga saya bisa membantu lebih.

Ajak ngobrol orang sebelahmu. Siapa tahu butuh bantuan😀

Btw ini surat gw yang sedang gw ajukan ke Indonesia Berkibar atau bisa di follow twitter nya @IDBerkibar. Dan gw direferensikan untuk ikutan @1000_guru