Apes kata yang pantas dibilang kalau sedang ceroboh dan merugikan diri kita.

Weekend kali ini  ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Pengalaman yang gw alami kali ini

☑ Isi Dompet Ketinggalan
Gw berangkat ke sebuah mall di Jakarta. Dengan Isi dompet yg kosong.  Gw baru sadar saat sedang membayar uang Bus antar kota yang gw naiki. Alih-alih malam sebelumnya tuker dompet yang lebih elegan. Ternyata ada yg kelupaan yaitu isi dompetnya.

Dengan muka panik gw memasang muka memelas ke ibu yang duduk disebelah gw (1). “Ibu, uang saya tidak ada, boleh bayarin saya ga?” Sang ibu pun tanpa babibu langsung membayari saya ke keneknya. Dan saya lega karena kenekpun tidak mengambil ongkos dari si Ibu. Akhirnya terminal tujuan pun sampai. Gw pun turun, dengan mengucapkan terima kasih ke si Bapak kenek, bapak tersebut juga menawari gw ongkos tambahan agar sampai ketujuan. Kebetulan ditas gw ada uang receh pas banget 2rb rupiah dan bisa untuk membayar ongkos sampai didaerah tujuan. OMG! Ternyata masih ada orang baik di dunia ini. Alhamdulillah ya. (2)

kronologis

☑ Mens tanpa bawa Pembalut
Waktu sudah menunjukkan solat zuhur dan gw pun mencari mushola di Mall tersebut. Saat mampir ke Toilet, ternyata hari ini merupakan  hari pertama gw mens. Pembalut pun gw ga punya, untuk membeli pun tidak punya uang. Astagfirullah, mana celana gw pun berwarna terang. (3)

Teman gw yang notabenenya janjian disini pun baru tiba 1,5 jam lagi. Cuek bebek gw terapkan selama menunggu dan memasang muka staycool selama 1,5 jam ditoilet tersebut. Sampai tibalah teman gw ini. (4) Akhirnya kepanikan tanpa uang ini diselesaikan dengan penawaran teman gw yang lain, kebetulan dia ingin menonton konser Kahitna di Mall dekat rumah gw,  dan dia pun bersedia mengantarkan gw ke rumah.

Gw percaya keapesan gw yang diberi kemudahan ini karena The Power of Giving yang sering diterapkan dalam keseharian.