Mumpung sekarang malam minggu, gw mau sedikit berbagi tentang kisah cinta anak muda. Sebenarnya ini bukan kisah gw, ini kisah salah seorang saudara, sahabat gw

Hubungan yang dijalan selama bertahun-tahun sampai akhirnya LDR pun bertahun-tahun. LDR yang dijalani pun lebih lama daripada masa bertatap muka. Sungguh suatu perjuangan dua insan yang luar biasa. Dari dimasa-masa baru masuk kuliah lalu tamat dan bekerja. Akhirnya pada momen dimana salah seorang pihak sudah siap akan menuju jenjang selanjutnya. Anggap saja nama pemeran kisah ini Rudi dan Rosa. Rudi bekerja di sebuah pulau nun jauh disana sedangkan Rosa bekerja di sebuah perusahaan dipulau lain. Hubungan beda pulau inipun dijalani.

Rosa yang ingin menikah muda, Rudi pun ingin memenuhi keinginan Rosa. Tetapi apa daya keinginan mereka terhalang oleh jembatan yang kita sebut dengan career path. Karir merupakan hal yang penting dalam pekerjaan seseorang. Ego pun tidak terbendung disaat keduanya memilih karir masing-masing sebagai pilihan hidup. Tidak ada yang mau memilih melepaskan karirnya.

karir vs cinta

Kisah dua insan ini sungguh disayangkan lho. Dimana seorang wanita lebih memilih egonya sebagai profesional muda diperusahaannya. Kalau dari sudut pandang gw, hal ini lah yang menyebabkan kedisharmonisan hubungan.

Gw sering banget baca kisah2 hebat tentang cinta dimana seseorang pria menjadi (luar biasa) hebatnya dengan dukungan seseorang wanita, contohnya yang baru-baru ini ditayangkan di Bioskop Habibie-Ainun. Sebagian besar cerita memperlihatkan ainun memilih menjadi ibu rumah tangga dibanding menjadi dokter. Mereka merasakan meniti kebahagiaan bersama dari bawah hingga sukses.

Oh iya mungkin pengetahuan gw yang sedikit kurang, gw belum pernah melihat film yang menunjukkan tentang kesuksesan wanita sukses, pria sukses (dalam hal karir). CMIIW! Ada referensi film2 tentang wanita karir dan keluarga : 9 Kisah Inspiratif Tentang Ibu Bekerja di Dalam Film

cheerleader hidup

Jujur dari hati terdalam ego akan mengejar karir dalam diri wanita ini sungguh disayangkan. Gw ga habis pikir bagaimana dia lebih mementingkan karir daripada (calon) keluarganya. Ya setiap insan memiliki pilihan dan persepsi pemikiran dalam menjalankan hidup. Sebenarnya banyak opsi untuk memecahkan masalah ini, tetapi dari sisi feminitas masalah ini sangat sensitif apalagi jaman sekarang sudah emansipasi wanita.

Saran gw buat pria-pria dalam kondisi seperti ini adalah cari seseorang yang mengabdikan dirinya untuk memprioritaskan dirimu, hidupmu, karirmu.

Good luck Bro! Jangan sedih. Jadilah bahagia dengan pilihan hidupmu. Peluk hangat ~Uta.

Tulisan ini gw persembahkan untuk saudaraku, sahabat gw