Gw adalah penghuni baru didaerah sekitaran jalan jaksa. Dimana sih jalan jaksa itu? Jalan Jaksa adalah sebuah jalan pendek sepanjang 400 meter di Jakarta Pusat, Indonesia. Jalan ini terletak sekitar 1 km di selatan Monas dan sebelah barat stasiun kereta api Gondangdia [sumber:wikipedia].

Kebiasaan baru gw pun muncul sejak gw menjadi warga sini yaitu jalan dari sarinah menuju kosan gw didaerah kebun sirih yang notabenenya rute ini pasti melewati jalan jaksa. Jujur gw sangat terpukau dengan jalanan ini. Sering kali gw merasa ada surga western disudut kota ini dimana aura luar negeri terpancar dari jalanan ini.

Ada beberapa hal yang gw sukai klo melewati jalan ini. Suasana kebebasan, cuci mata melihat para2 nordik  (red:bule), wanita2 paruh baya yang duduk di sudut-sudut cafe sambil merokok,  alis2 mereka yang tajam diukir dengan pinsil alis cokelat serta paha kurus impian gw ,mereka menggunakan hotpans, ntah kenapa gw berasumsi bahwa wanita-wanita tersebut merupakan PSK (pekerja seks komersial). Selain itu gw juga bisa melihat beberapa pria dengan badan kekar merokok disudut-sudut warung sambil memperhatikan orang-orang sekitar yang lewat, seperti menunggu seseorang.

Satu hal lagi kebiasaan ini juga tidak terlepas dari hobi gw sekitaran jam setengah delapan duduk-duduk sebentar di lawson jalan jaksa sambil menikmati susu beruang gw sambil menikmati jalanan jaksa ini. Klo kata orang tua gw jangan keseringan ke jalan jaksa , lingkungan tidak baik dan disana jarang terlihat wanita baik2. Dengan mengacuhkan kata2 orang tua gw ini gw tetap saja sering kesana sambil menikmati jalanan tersebut sendirian. Gaya gw pun sangat-sangat kasual, dengan memakai celana jeans panjang, baju kaos oblong dan tidak lupa sendal jepit oren gw.

Akhirnya keakraban pun terbangun, saking seringnya berbelanja di mini market tersebut gw akhirnya berkenalan dengan kasir, sebut saja namanya mba nadia. Mba nadia tanpa canggung mengajak gw berbicara karena gw sering sendirian berbelanja kesana walau cuman beli susu beruang. Perawakan wanita itu sedang, sedikit cubby dan rambut selalu dicepol.

Nah cerita berawal dari perjalanan gw balik dari sarinah, ada seseorang ibu paruh baya cantik yang sering gw lihat duduk disudut cafe. Berbadan gendut, sambil merokok, memakai kacamata dan memakai lipstik merah. Kali ini dia duduk dipinggir jalan dan mengajak gw berbicara.

Ibu: “Neng,tante sering lihat kamu
Gw: “Oya? Saya memang tinggal didekat sini, Tan
Ibu: “Kamu kerja sama siapa?
Gw: “Hah????? ~bingung”
Ibu: “Kamu mau ikut saya ga?
Gw: “Tan, mohon maaf saya hanya lewat untuk belanja di minimarket
Ibu: “Lumayan lho bayarannya, kamu cantik dan seksi lagi
Gw:  Tanpa basa basi lebih lanjut , gw meninggalkan tante dengan senyum kecut gw ngibrit

Perasaan gw campur aduk, antara merasa bersalah tidak mengacuhkan perkataan orang tua atau bisa dibilang seneng, ooh ternyata gw mempunyai daya tarik tersendiri, percaya diri gw pun sedikit naik. Gw merasa bersyukur setidaknya gw bisa menghargai diri gw sebagai wanita seutuhnya dan menjaga kehormatan keluarga.

Sampai akhirnya gw merenung sendiri bagaimana seseorang bisa menjadi PSK ,bagaimana dia menjalani kehidupannya, mencapai kehidupan spiritualnya dan lain-lain. Gw tetap berfikir positif, gw pun suatu saat akan dibayar dengan seperangkat alat solat dengan sebuah momen bernama ijab~kabul.🙂

Hargai hidupmu dimulai dengan menghargai diri sendiri