Halo semua gw pengen share sedikit tentang pengetahuan gw tentang rekapitulasi data kualitatif dari sebuah pertanyaan terbuka.Ada dua poin yang perlu dijabarkan disini data kualitatif itu apa dan pertanyaan terbuka itu apa.

Sebenarnya apa sih data kualitatif itu?
Konsep dari pengertian data kualitatif ini sebenarnya sederhana saja. Pengertiannya itu sebenarnya bagaimana kita memandang sesuatu bukan menghitung sesuatu.  Contoh:

Data kualitatif ~ warna baju, bahannya apa, kalimat2 pertanyaan yang berbau bagaimana, kenapa, apa

Data kuantitaf ~ harga baju, banyak baju yang dibeli , kalimat2 pertanyaan yang berbabu berapa,

Kelihatan kan perbedaannya. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-haripun tanpa kita sadari kita sudah menggunakan data kualitatif dan kuantitatif ini lho. Bagaimana kita lebih memilih baju bermerek atau tanpa merek. Klo kita lebih memilih baju berdasarkan harganya, kualitasnya kita sudah menggunakan parameter data kulitatif dan kuantitatif.

Lanjut….
Definisi pertanyaan terbuka

Pertanyaan terbuka itu cenderung mendeskripsikan sesuatu sesuka hati kita, misal:
A: bagaimana menurutmu tentang kesan pertemuan kita?
B: wah sangat berkesan, kamu baik sekali dan tidak neko-neko

sedangkan pertanyaan tertutup itu merupakan pertanyaan yes/no question
A: apakah kau mau wisata kuliner dengan gw?
B: oke gw mau.

Kebayang kan definis-definisi yang gw maksud. Sebenarnya pertanyaan terbuka itu tidak lepas dari data kualitatif. Oke anggaplah mengerti.

data kualitatif dan pertanyaan terbuka

Kemarin ini gw sempat menjadi konsultan disebuah anak BUMN dengan masukkan beberapa orang dari pihak sana akhirnya gw menggunakan pertanyaan terbuka agar bisa diketahui alasan-alasan yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dilapangan. Sedangkan gw masih pusing bagaimana bisa menyatukan pertanyaan terbuka tersebut menjadi sebuah dimensi-dimensi permasalahan yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Selain itu gw dituntut membuat laporan yang memudahkan pembacaan sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan.

Oke mari gw jabarkan tanpa menyebutkan nama perusahaan, kita menyebutnya dengan PT.XXX~ ntah kenapa gw suka ketiga huruf ini ketika disatukan. Hahaha. Waktu itu gw disuruh menghitung permasalahan dilapangan dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Bagaimana gw menghitung kepuasan pegawai. Waktu itu. Jadi ada 3 pertanyaan gw diajukan.
1. Puaskah anda bekerja di PT.XXX? Kenapa?
2. Apa kritikan anda untuk PT.XXX?
3. Saran dan Harapan kedepan untuk PT.XXX?

Contoh:

Apakah anda puas bekerja di PT.XXX? (Puas/Tidak) Kenapa?
“karena dalam karir terhambat, tidak maju dan tidak ada perbaikan untuk pegawai perbantukan dari PT XXX tidak ada kenaikan gaji”

Apakah kritik anda untuk PT.XXX?“Untuk lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai terutama pegawai perbantukan dari PT XXX dan karir harus berkembang”

Saran dan harapan anda untuk PT.XXX?
“harapannya semoga lebih baik dari yang sekarang dan harus ditingkatkan lagi SDM untuk pegawai”

Langkah -1
Hitung persentase kepuasan pegawai.Puas/Tidaknya.

Langkah-2
Definisikan Dimensi Utama. Mari kita lihat apa  kendala responden dalam bekerja terlihat dalam poin pertama.
“karena dalam karir terhambat, tidak maju dan tidak ada perbaikan untuk pegawai perbantukan dari PT XXX tidak ada kenaikan gaji

terlihat dari kata tersebut karir merukan poin utama dalam pendefinisian masalah yang dirasakan responden.

Langkah-3
Mendefinisikan sebab  lain yang dirasakan
“Untuk lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai terutama pegawai perbantukan dari PT XXX dan karir harus berkembang”

tidak ada kenaikan karir karena mereka merupakan pegawai perbantukan.

Langkah 4
Mendefinisikan solusi dari permasalahan
“harapannya semoga lebih baik dari yang sekarang dan harus ditingkatkan lagi SDM untuk pegawai

PT XXX harus meningkatkan metode SDM untuk pegawainya secara keseluruhan

Maka dimensi yang didapat adalah

tabel dimensi

Sebenarnya inti metode ini dari responden untuk responden. Dan merinci kalimat per kalimat menjadi sebuah elemen yang penting. Data presentasi tersebut dilakukan untuk mengetahui berapa banyak yang puas dan tidak. Sehingga terlihat secara rinci dilapangan masalah sebenarnya.

Waktu itu gw pernah diskusikan dengan salah seorang junior gw. Apa bedanya dengan QFD? Sebenarnya QFD sendiri parameternya didapatkn dari harapan yang diinginkan produsen sebelum produk tersebut dilempar kepasaran. Dan harapan tersebut disesaikan dengan kenyataan dari data responden (calon konsumen).

Silahkan kembangkan metode yang gw pakai ini. Walau sederhana tapi lebih menjelaskan secara struktur permasalahan-permasalahan yang ada dilapangan.

Berbagilah dengan orang lain  karena berbagi tidak akan membuat kita kurang sesuatupun