Banjir melanda Jakarta. Ini bukan cerita yang aneh lagi bagi kita yang sudah terbiasa hidup di ibukota. Banjir *berlaku juga buat bencana* menurut gw merupakan fenomena protesnya lingkungan kepada elemen yang hidup diatasnya. *Rada ribet ya bahasa gw* Ada beberapa yang marah akan terjadinya banjir ini, apalagi pengusaha-pengusaha yang usahanya lagi produktif-produktifnya terus lumpuh akibat tidak datangnya (beberapa) pegawai karena banjir. Ini perspektif pemikiran gw sebagai seorang profesional. *Halah*

Hujan lebat dari semalam di tanggal 17 Januari gw dengan semangatnya tetap dateng ke kantor dengan menerjang banjir ~ memakai ojek payung dan HOTPANTS! wow! *maaf foto tidak terlampir dikarenakan berbau fotografi* hahaha. Kantor gw yang notabenenya terbilang menjunjung tinggi religius kedatangan pegawainya yg pake hotpans ~ sungguh terlalu klo kata Rhoma Irama.

Gw pikir ada fenomena uniQ dari fenomena siklus banjir 5 tahunan ini. Seinget gw banjir yang (tergolong) besar terjadi pada tahun 2007. Pada jaman itu belum ada social media seheboh sekarang. Banjir biarlah banjir. Gw cuman berterima kasih kepada teknologi karena banjir pun ada sisi uniknya. Kita tidak harus mengutuk Pemerintah kok nanganin banjir yang ga kelar2 atau marah kepada tuhan akan hujan dan kutuk2an lainnya. Toh sebenarnya banjir itu disebabkan oleh kita juga.

Beberapa review yang gw terima dari beberapa teman gw dan saudara gw. Walau banjir tetap Hepi!

hepi lho banjir!

Ada sebagian dari kita mengirimkan beberapa gambar uniQ dan bikin kita tertawa dalam menghadapi banjir.

gambar2 lucu

klik untuk memperbesar

Cerita unik banjir lainnya:
Gaya Turis Jerman “Nikmati” Banjir di Thamrin
Mencari Ikan di Lumpur Thamrin
Edan! Banjir di Glodok, Bule Ini Malah Main Selancar

Sebenarnya musibah itu memang sulit. Tapi kalau dihadapi dengan ikhlas, santai, enjoy juga kan jadinya🙂