Jadi beberapa hari lalu gw senang sekali ada yang mau kenalan gw dijalan. Sampai gw bikinin status gtu karena saking senangnya.

status gw di FB

Jadi gw bagi-bagi momen ini menjadi beberapa momen dengan nilai persen respektasi.

Pertama: 60%
Lagi dinner dengan teman2, gw share sedikit cerita perkenalan gw ini ke teman2 gw, ga beberapa lama gw cerita dengan teman2 gw  tentang pengalaman ini ada telepon masuk, wow dari doi,gw sangat antusias dan akhirnya telepon dilanjutkan sampai gw di rumah.  Gw inget di ID cardnya merupakan salah satu nama bank besar di Indonesia, gw berfikir apa kira2 mau nawarin kartu kredit ya.Di sesi ini gradenya respektasi adalah 60% .

Kedua: 40%
Doi lalu menelpon gw dan meminta gw menelpon nomor esianya karena doi ga ada pulsa. OMG! Gradenya turun menjadi 40%. Untuk menghargai doi alhasil gw telepon balik lah.

Ketiga: 80%
Awalnya berkenalan akhirnya cerita tentang diri kita, lalu sedikit cerita masa lalu. Dan tidak ada satupun menjurus kearah penawaran produk perbankan. Oke grade doi naik menjadi 80%.

Keempat: 10%
Selanjutnya celotehannya panjang banget ga ada berhenti. Intinya yg gw inget dia membicarakan beberapa hal yaitu:

  1. Menyombong hobi main basket.
    Mungkin supaya terlihat anak gaul tetapi secara logika kalau seseorang hobi main basket badannya tinggi dong ya. Talk more do less!
  2. Tidak memiliki social media
    Gw tanya social media yang dia punya juga ga ada.Dan gw berfikir jaaman sekarang ga punya socmed. Wow aneh banget. Dengan alasan dibajak, Wew!

Akhirnya dengan setengah hati gw iyakan lah diadakan pertemuan selanjutnya. Gradenya turun menjadi 10%.

Kelima: -20%
Pas hari ketemuan, gw ga mood untuk ketemuan, otomatis gw acuhkan sajalah telepon dari dia dan kebetulan kerjaan gw lagi crowded dan ga ada niat juga untuk sms memberi kabar. Dan sore akhirnya gw angkatlah telepon dia karena dia masih berusaha juga menghubungi gw. Dan gw dimarahin sama dia, gw berasa ditabrak kereta api batu bara dengan kecepatan tinggi. Dan grade doi turun menjadi  (minus)-20%

Keenam: -50%
2 hari kemudian. Ntah kenapa gw masih dihubungi balik. Dan dia masih berbicara yang dengan nadanya yang sok asik. Tetap mempersalahkan gw tentang pengacuhan teleponnya itu.  OMG! Sadar dong baru kenal ini. Gw akhirnya menutup telepon itu dengan minta maaf , tidak mau bertemu dan tidak mau kenal lebih jauh lagi. Dan grade respek gw turun menjadi minus -50%.

Ketujuh: 0 (nol)
Proses ini merupakan proses kita tidak menganggap orang tersebut tidak ada dalam hidup kita.

Grafik Respek

Kenapa gw tulis pengalaman gw ini?
Karena gw baru pertama kali berkenalan dengan gaya seperti ini  dan berasa seperti cerita2 drama romantis. Ditambah lagi kejadian ini terjadi H-1 sebelum hari ulang tahun gw. Gw berharap sama Allah, jangan2 ini kado yang mau dikasih Allah buat gw. Dan ternyata hasilnya cukup mengecewakan. Haha.

Percayalah tidak semua orang bertindak seperti yang kita pikirkan