Yogyakarta merupakan salah satu daerah istimewa yang ada di Indonesia. Mengapa pakai nama D.I karena disana memiliki pemerintahan sendiri yang dipimpin oleh gubernur alias Sultan (turunan kerajaan/ningrat).

Kekota ini merupakan kali kedua yang pernah gw jalankan,kali pertama sudah lama sekali kalau tidak salah masih balita, ups! Itu dihitung tidak yah. Haha

Hari pertama menikmati Yogya , kita semua mencoba malam minggu di kota antik ini.

suasana malam yang ramai di Yogyakarta

Kunjungan 1: Angkringan Klebengan

Angkringan Klebengan

Tempat pertama yang kita awali merupakan wisata kuliner. Kita mencoba kulineer Angkringan Klebengan, dahulu klebengan ini merupakan tempat para priyayi (preman , penjahat dan semacamnya) tapi itu dulu sekali sebelum Yogja seramai sekarang ini. Makan dalam suasana hampir gelap dengan lampupijar 5watt. Disini ditawarkan gorengan (bakwan,tahu,tempe),sate usus, nasi teri, nasi goreng. Yang uniknya gorengan dansate-sate tersebut dibakar dengan kecap, yummy. Tapi yang paling berkesan adalah harganya murah meriah, rombongan kita yang terdiri dari 11 orang hanya membayar sekitar 50rb rupiah. Wow kalau dijakarta harga ini merupakan harga sekali makan untuk satu orang.

Kunjungan 2: Yogurt hasil Wirausaha ex-mahasiswa peternakan UGM

Yogurt Wirausaha Peternakan UGM

Tidak jauh dari angringan klebengan terdapat swalayan kecil yang menjual fresh milk & Yogurt yang merupakan usaha salah seorang pewirausaha ex-mahasiswa Peternakan UGM. Yogurt yang dikemas dengan gelas platis ini di bandrol dengan harga 5rb rupiah.

Diseberang mini swalayan ini terdapat angkringan yang berkonsep dengan lampu yang lebih terang, dinamakan sego macan. Sego = Nasi , Macan = porsinya lebih besar dibandingkan sego kucing.

Kunjungan 3: Alun-alun Kidul

Alun-alun Kidul

Sungguh ramai di Alun-alun Kidul ini. Banyak lampu-lampu yang berasal dari sepeda hias. Macam-macam bentuk sepeda hias ada yang dari tokoh kartun, hewan dan abstrak. Yang paling unik disini terdapat dua pohon beringin, yang mitosnya kalau berhasil melewati antara dua selah pohon beringin ini dengan mata tertutup maka jodohnya tidak akan jauh. Rombongan kita hampir semua mencoba mitos  ini tapi tidak seorang pun berhasil melewatinya. Hahahaha.

Kunjungan 4: Candi Prambanan

Kunjungan ini dilakukan keesokan harinya di siang hari.

Welcome Prambanan

foto dengan bule *norak*

Dengan membayar 30ribu kita bisa menikmati komplek candi prambanan yang hampir 40 hektar.

Kunjungan 5 : Minum Es Dawet Asli Yogya

Minum Es Dawet

Haus melanda para rombongan setelah kunjungan ke Candi Prambanan, Es Dawet pun menjadi pilihan.


Kunjungan 6 : Taman Sari

Rombongan di Taman Sari

Konon taman sari merupakan tempat pemandian selir-selir raja pada abad ke 18 , Sultan Hamengku Buwono I & II. Bayangkan selirnya konon mencapai 20 orang. Saat selir mandi raja memilih salah satu dari mereka untuk berhubungan badan dengan melemparkan melati. Oya adalagi prosesi sebelum mandipun banyak, ada tarian dan gamelan. Wew mau mandi aja ribet yah!

Kunjungan 7 : Beli oleh-oleh

Bakpia 25

Bakpia Merlino

Oleh-oleh dari Yogya salah satunya bakpia. Kita mengunjungi 2 tempat penjualan bakpia yaitu Bakpia 25 dan Bakpia Merlino.

Bakpia 25 kita disuguhi oleh proses pembuatannya dan boleh mencicipi sepuasnya selagi masih panas. Mmmm yummy. Bakpia Original dijual seharga 20rb-25rb Rupiah. Oia tips apabila membawa kendaraan sendiri bilang saja ke karyawannya maka kita akan diberi potongan 2rb untuk masing-masing kotak yang kita beli.

Bakpia Merlino walau terlihat sepi dibandingkan oleh bakpia 25, bakpia disini ukurannya lebih kecil dan dibandrol seharga Rp22.500, dengan kelezatan yang berbeda. Disini juga menjual coklat-coklat yang dikemas dan unik, layak untuk dicoba. Yummy.

Kunjungan 8 : Perpisahan

Narcis sebelum perpisahan

UGM memang kampus yang memiliki keunikan. Terdapat plang unik yang belum pernah saya temui.

Tulisan ini saya persembahkan kepada Yayasan KSE , para Almuni KSE khususnya big thanks for KSE UGM dan pemandu perjalanam kita Andi Susanto dan Heru P.Yuda.