Jadi pengangguran susah juga. Kita menghabiskan duit orang tua, hari-hari yang tidak produktif, stress yang tidak jelas karena tidak ada kerjaan, menunggu panggilan kok tidak datang padahal sudah masukin lamaran dibanyak tempat, lowongan yang tidak sesuai dan lain sebagainya.

Beberapa hari dirumah saya bersikeras memasukkan CV saya melalui web headhunter. Panggilan itu tidak datang juga sampai akhirnya saya beradu mulut sama mama saya saking stress terus di rumah.Dengan kemauan yang kuat saya dari pagi hari hanya berkutat dengan laptop sampai malam hari. Alhamdulillah seminggu saya dirumah, ada beberapa panggilan dari web headhunter tersebut. Ternyata doa orang tua itu manjur.

Setelah hari-hari ini saya lewati akhirnya saya dapat pekerjaan yang menawarkan posisi bagus yang merupakan incaran jobseeker engineering yaitu Jr.Manager /Management Trainee / LDP / MDP /ODP. Setidaknya ada sebuah perusahaan yang besar yang bergerak di service oil company anggap PT.X  yang menerima saya bahwa saya memenuhi klasifikasinya. Tes logika dan bahasa inggris saya lewati. Sorenya saya ditelpon oleh sebuah perusahaan middle class yang bergerak dibidang otomasi,anggap PT.Y, posisi  yang ditawarkan sama dengan perusahaan pertama. Saya senang sekali. Tes demi tes saya lalui. Hari-hari berlanjut dan saya ditelpon oleh kedua perusahaan bahwa saya lulus tes hingga akhirnya saya sampai di interview terakhir. Saya sangat berharap bahwa saya diterima oleh PT.X. karena jenjang karir lebih bagus. Ternyata saya failed dan diterima di PT.Y.  Dilema pun terjadi, perasaan menyesal, perasaan nyesek, perasaan patah arang dan menganggap PT.Y buruk.

pusingdilema

Hari-hari penandatanganan kontrak semakin dekat. Inti keDILEMAan saya ini adalah pinalty yang cukup besar dan keterikatan kontrak 2 tahun. Saya masih belum yakin dengan PT.Y tersebut. Akhirnya saya cari info mendalam tentang perusahan tersebut. Saya cari info-info tentang perusahaan tersebut lewat orang yang telah mengeyam pengalaman di perusahaan tersebut. Alhamdulillah nilai-nilai positif yang saya dapatkan dari calon-calon senior saya tersebut. Tekanan kerja yang rendah di 6 bulan pertama, tidak ada penahanan ijazah, jadi wajar saja perusahaan memberikan pinalti yang cukup besar karena disana MT lebih banyak belajar (read: santai :p) apalagi dengan konsultan (manager/CEO /dan semacemnya), tunjangan/bonus/grading yang cukup lumayan. Hikmah yang saya dapatkan adalah jangan menganggap sesuatu itu buruk bagimu karena kamu belum mengenalnya, yang kamu inginkan belum tentu baik bagimu (ada juga hadistnya loh!!), karir itu terjadi karena kamu mencintai pekerjaan bukan karena salary yang ditawarkan.

Saya cuman berharap bahwa pilihan saya tidak salah dan dapat melancarkan karir saya kedepannya.

WISH ME LUCK!😀

blog inspiratif lain:

http://priandoyo.wordpress.com/2007/07/09/nasib-management-trainee-kita/